Di sebuah desa pelosok, para santri kecil duduk rapi di lantai.
Sebagian mushaf sudah lusuh, sampul terkelupas, halaman robek, bahkan ada yang mereka bagi-bagi untuk dibaca bersama. Namun…
Mereka tetap mengaji dengan senyum.
Tetap melafalkan ayat demi ayat dengan penuh semangat.
Seolah berkata: “Walau seadanya… kami tetap ingin belajar Al-Qur’an.” Dan di sinilah kebaikan Anda bisa menjadi jawaban.