April lalu, kakak dan suaminya meninggal dunia berselang 8 hari. Suami beliau wafat setelah 6 tahun berjuang melawan gagal ginjal.
Tak lama kemudian, Ibu Rini pun jatuh sakit jantung dan darah tinggi.
Namun musibah belum berhenti.
Rumah satu-satunya, tempat beliau tinggal dan mengajar ngaji *roboh total diterpa hujan deras.
Meski kehilangan segalanya, Ibu Rini berkata:
“Saya yakin Allah tidak tidur. Allah pasti mengganti dengan yang lebih baik.”